Kgoal

Spurs Capai Titik Terendah: Kekuasaan Tudor Runtuh Setelah Penghinaan Forest

Article hero image
📅 23 Maret 2026⏱️ 4 menit baca
Diterbitkan 2026-03-23 · Forest menghancurkan Spurs di tengah meningkatnya kekhawatiran degradasi

Hujan di London Utara terasa lebih dingin dari biasanya pada hari Sabtu, menghanyutkan sedikit harapan yang tersisa untuk Tottenham di bawah Igor Tudor. Kekalahan 3-0 di kandang dari Nottingham Forest, tim yang berjuang keras untuk menghindari degradasi, bukan hanya kekalahan; itu adalah penyerahan diri. Stadion Tottenham Hotspur, yang biasanya menjadi kuali harapan, terasa seperti kamar mayat pada menit ke-70 saat Anthony Elanga dari Forest mencetak gol ketiga, praktis tanpa perlawanan. Ini bukan hanya kesalahan; ini adalah krisis besar, jelas bagi siapa pun yang melihat.

Forest, jujur saja, bukanlah tim kelas dunia. Mereka datang ke pertandingan ini setelah hanya memenangkan dua dari sepuluh pertandingan tandang terakhir mereka, hanya mencetak delapan gol dalam rentang waktu tersebut. Tetapi mereka terlihat seperti Barcelona terbaik melawan tim Spurs yang tidak memiliki struktur atau semangat bertarung. Danilo membuka skor pada menit ke-27, sebuah tap-in sederhana setelah Brennan Johnson, dari semua orang, membongkar pertahanan Tottenham. Kemudian Chris Wood, yang tidak terlalu dikenal karena penyelesaian klinisnya, menggandakan keunggulan lima menit setelah babak pertama dengan sundulan yang membuat Guglielmo Vicario terpaku. Wood sekarang memiliki empat gol dalam enam penampilan terakhirnya, sebuah statistik yang lebih banyak menceritakan tentang pertahanan Spurs daripada kehebatannya yang tiba-tiba.

Begini masalahnya: sistem Tudor, atau ketiadaannya, telah dibongkar selama berminggu-minggu. Tottenham kini telah kebobolan sembilan gol dalam tiga pertandingan liga terakhir mereka, termasuk kekalahan 4-2 sebelumnya dari Chelsea. Ingat optimisme awal musim? Kemenangan 2-0 atas Manchester United pada bulan Agustus terasa seperti seumur hidup yang lalu. Mereka telah berubah dari terlihat seperti kandidat Eropa menjadi kandidat degradasi yang nyata, duduk hanya tiga poin di atas Luton Town di posisi ke-18. Itu bukan hanya mengkhawatirkan; itu adalah bencana mutlak bagi klub dengan sumber daya dan aspirasi Spurs.

**Tanpa Identitas, Tanpa Perlawanan: Masalah Tudor**

Jujur saja: taktik Tudor membingungkan. Dia datang dengan reputasi sepak bola agresif, menyerang, tetapi yang kita lihat sama sekali tidak demikian. Lini tengah, yang seharusnya menjadi mesin penggerak, terus-menerus dilewati. Yves Bissouma dan Pape Sarr terlihat benar-benar bingung melawan pasangan tangguh Forest, Danilo dan Ryan Yates. Spurs hanya berhasil melakukan dua tembakan tepat sasaran di seluruh babak pertama, dan salah satunya adalah tembakan spekulatif jarak jauh dari Pedro Porro yang melenceng. Ini bukan hanya tentang kesalahan individu; ini adalah kegagalan sistemik untuk menciptakan peluang dan melindungi empat bek.

Dan para pemain? Mereka terlihat kalah. Son Heung-min, yang biasanya menjadi pemicu tim, sebagian besar tidak terlihat, hanya melakukan 34 sentuhan sebelum diganti pada menit ke-78. Richarlison, yang mencetak gol di pertandingan sebelumnya melawan West Ham, terlihat frustrasi dan terisolasi di lini depan. Tidak ada pemimpin di lapangan, tidak ada yang mengambil alih permainan ketika keadaan memburuk. Kekalahan 3-0 di depan para penggemar mereka sendiri, melawan rival degradasi langsung, seharusnya menjadi paku terakhir di peti mati Tudor. Tindakan apa pun yang kurang dari tindakan segera dari dewan akan menjadi pengabaian tugas.

Saya akan mengatakannya: Tottenham akan terdegradasi jika Igor Tudor masih bertanggung jawab pada Natal.